Trick 5 Detik Untuk Teknik Tangani Anak Autis Tantrum
cara menangani anak autis tantrum, cara mengatasi anak autis yang tantrum, menghadapi anak autis tantrum, tantrum anak autis
Cara menghadapi dan mengatasi anak tantrum juga tergantung pada kondisi si kecil. Berikut penjelasan lengkapnya.
Jika ia meminta sesuatu yang tidak boleh kamu berikan, jelaskan dengan baik dan lembut alasan mengapa itu dilarang, lalu kamu bisa tawarkan hal atau kegiatan lain yang tidak boleh dilakukan si kecil.
Ini saya buktikan sendiri pada putra saya Rangin. Rangin memang tidak autis, tapi lantaran dia memiliki saudara kembar dengan sindrom ASD, maka Rangin secara tak langsung membawa spektrum yang sama, meski sangat samar.
Faktor utamanya anak tidak bisa mengomunikasikan apa yang diinginkan. Kita sebagai orang tua kadang gak ngerti apa yang anak kita berusaha sampaikan, demikian juga anak kita gak paham apa yang orang tuanya sampaikan.
Jika balita Anda kerap bertingkah di restoran, sebaiknya pilih tempat yang menawarkan layanan cepat. Jangan berikan mainan yang terlalu canggih untuk anak Anda. Bila anak mudah tergoda dengan mainan atau camilan saat berbelanja, sebaiknya hindari location tersebut.
Tidak mampu melakukan kontak mata dengan baik, dan tidak menunjukkan ekspresi wajah, juga postur serta gerakan yang dilakukan sebagaimana berinteraksi secara normal.
Ya kurang lebih sama lah seperti marah. Kita yang pada dasarnya bersifat pemarah, setelah belajar mengendalikan emosi, bukan berarti kita gak bakal marah-marah lagi seumur hidup kan?
Sejak usia dini, mulai lah memperkenalkan anak dengan berbagai hal baik dan buruk yang boleh dan tidak boleh ia lakukan.
Perasaan tidak berdaya yang dicampur dengan kemarahan dan rasa malu bukan merupakan kombinasi yang baik.
Tapi, jangan sampai emosi itu ‘melahap’ diri kamu ya bun. Yuk, coba kelola emosi kamu dalam mendidik anak dengan baca buku ini!
Anak-anak dengan Childhood Disintegratiive Dysfunction ini seringkali memperlihatkan luapan emosi yang cukup berlebihan seperti tantrum, ketakutan pada hal – hal tertentu dengan tidak wajar, juga tertawa bahkan menangis tanpa ada sebab yang jelas. Selain gangguan pada emosi, pada anak-anak ini sering pula terlihat adanya gangguan sensorik, misalnya Cara Mengatasii Tantrum Anak Autis keinginan menggigit – gigit suatu bendadan juga menciumnya, serta kurang suka melakukan kontak fisik misalnya dipeluk maupun dielus.
Diperlukan kesabaran dan skill khusus serta kurikulum khusus, agar bisa menangani anak tersebut dengan tepat. Sulitnya dalam berkomunikasi dan mengungkapkan emosi menjadi tantangan bagi orangtua dalam membimbing anaknya.
Melihat anak tantrum acap kali membuat para orangtua ikut bingung. Sebaiknya Anda tetap berusaha tenang. Oleh sebab itu, berikut cara mencegah anak tantrum seperti dilansir dari